A. PENDAHULUAN
a.Pengertian
Pada kesempatan kali ini saya akan membaca buku biru untuk yang kedua kalinya dan saya
juga akan mempraktikkan konfigurasi yang ada di buku Workbook CCNA ini.
b.Latar belakang masalah
Karena salah satu syarat masuk ke BPN yaitu harus selesai membaca ''buku biru'' sebanyak
dua kali, dan saya sudah menyelesaikannya satu kali. Oleh karena itu kali ini saya akan
membaca ''buku biru'' ini lagi dan akan mempraktikkan konfigurasi yang ada di buku itu.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Membaca buku biru untuk yang kedua kalinya dan mempraktikkan topologi dan konfigurasi yang ada di dalamnya.
C. BATASAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN
- Konfigurasi Telnet dan SSH
- VLAN
- Trunking
- VTP dan DTP
- VLSM
D. TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN
Dapat menyelesaikan membaca buku briu untuk yang kedua kalinya dan dapat mempraktikkan konfigurasi yang ada di dalamnya.
E. TAHAPAN PELAKSANAAN
- Briefing bersama teman.
- Literasi Workbook CCNA.
Pembahasan:
- Telnet dan SSH
Untuk praktek pertama saya yaitu Konfigurasi Telnet dan SSH. Btw apa sih yang dimaksud Telnet itu? dan apa sih fungsi dari Telnet itu sendiri?
Telnet atau Telecommunications Network merupakan suatu protokol client-server yang memungkinkan kita untuk mengakses komputer dari jarak jauh. Telnet berupa software/perangkat lunak yang berfungsi untuk memecahkan masalah atau menguji server web atau email, serta untuk akses jarak jauh.
Berikut topologi dan hasil konfigurasi saya:
Kita config di Router dan berikut langkah-langkahnya:
Router>enable
Router#
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface GigabitEthernet0/0/0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface GigabitEthernet0/0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface GigabitEthernet0/0/0, changed state to up
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#line vty 0 4
Router(config-line)#password CCIE
Router(config-line)#login
Router(config-line)#
Outputnya akan seperti ini:
C:\>telnet 192.168.10.1
Trying 192.168.10.1 ...Open
User Access Verification
Password:
Router>
Jika settingan untuk masuk ke mode privileged belum di setting maka yang lewat jalur telnet ga bisa masuk. Contohnya seperti ini:
Router>ena
% No password set.
Router>
Agar bisa masuk ke mode privileged masukkan command dibawah ini:
Router(config)#enable password CCIE
Jika sudah di setting maka akan jadi seperti ini:
Router>ena
Router>enable
Password:
Router#
Setelah itu kita enkripsi passwordnya supaya menjamin agar data-data tetap aman. Lakukan seperti ini:
Router(config)#enable secret CISCO
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#login local
Router(config-line)#
Setelah itu coba ping, berhasil atau tidak hehe.
Lalu, Apa sih yang dimaksud SSH itu?
Secure shell atau SSH adalah protokol transfer yang memungkinkan penggunanya untuk mengontrol sebuah perangkat secara remote atau dari jarak jauh melalui koneksi internet. Sebenarnya Telnet dan SSH itu tidak jauh beda, Cuma SSH lebih aman daripada Telnet karena lebih mengenkripsi passwordnya.
Melanjutkan topologi yang sebelumnya:
Berikut cara mengkonfigurasi SSH:
Router(config)#hostname rt0
rt0(config)#ip domain-name tonikroos.com
rt0(config)#crypto key generate rsa
The name for the keys will be: rt0.tonikroos.com
Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 2048 for your
General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take
a few minutes.
How many bits in the modulus [512]: 1024
% Generating 1024 bit RSA keys, keys will be non-exportable...[OK]
rt0(config)#line vty 0 4
*Mar 1 0:39:59.625: %SSH-5-ENABLED: SSH 1.99 has been enabled
rt0(config-line)#
rt0(config-line)#login local
rt0(config-line)#transport input ssh
rt0(config-line)#line vty 0 4
rt0(config-line)#login local
rt0(config-line)#transport input all
- VLAN
VLAN atau Virtual Lan adalah teknik yang dapat digunakan untuk membagi broadcast domain sehingga kita dapat memiliki beberapa network dengan hanya 1 switch. Kita menggunakan vlan agar komputer yang berbeda vlan tidak akan ikut campur ke dalam komputer di vlan kita.
- Trunking
Trunking digunakan di port switch agar port tersebut dapat mengirimkan paket yang berasal dari beberapa vlan. Sehingga port tersebut dapat digunakan untuk beberapa vlan sekaligus.
- VTP dan DTP
VTP merupakan protokol yang dapat kita gunakan untuk mengkonfigurasi vlan dalam jangkauan yang luas dan jumlah perangkat yang banyak. Sehingga akan mengurangi kesalahan konfigurasi dan memudahkan kita mengkonfigurasi semua perangkat tersebut.
Sedangkan DTP atau Dynamic Trunking Prtocol adalah pembuatan status pada Switchport. Status switchport yang bagus ditentukan sejak awal pembuatan, ingin dijadikan Access atau Trunk, namun jika belum menentukannya, kamu dapat menggunakan mode Dynamic Auto atau Dynamic Desirable. Dynamic Auto memiliki fungsi yang sama dengan mode Access yaitu membuat hubungan jaringan dengan mengatur IP komunikasi pada setiap port. Sedangkan Dynamic Desirable memiliki fungsi yang sama dengan mode Trunk yaitu membuat hubungan jaringan pada setiap port tanpa mengatur IP.
- VLSM
VLSM atau Variable Length Subnet Mask adalah sebuah teknik subnetting yang bertujuan untuk menggunakan ip yang tersedia seefisien mungkin. Misalnya ada 2 ruangan, yang satu memiliki 10 komputer didalamnya dan yang satu memiliki 5 komputer didalamnya. Sedangkan kita memiliki 256 ip.
Kita dapat dengan mudah membagi ip tadi menjadi 2 bagian dengan masing-masing bagian memiliki 128 ip. Namun jika kita menggunakan teknik tersebut, akan banyak ip yang tidak digunakan di setiap networknya. Oleh karena itu kita menggunakan VLSM.
Dengan VLSM kita menentukan subnetting sesuai dengan jumlah host yang akan menggunakan network tersebut. Misalnya dengan kasus seperti diatas, maka kita akan mencari subnetting yang jumlah ip didalamnya mendekati jumlah komputer di ruang tersebut.
Maka akan ditemukan ruang pertama akan menggunakan /28 yang jumlah ip 16, sedangkan ruang yang satunya akan menggunakan /29 yang memiliki 8 ip didalamnya.
F. ALAT DAN BAHAN
Laptop, Charger, Internet, Cisco Packet Tracer.
G. TARGET WAKTU
08.00-16.00 WIB.
H. TEMUAN PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA
-
I. KESIMPULAN YANG DI DAPAT
Setelah saya membaca buku Workbook CCNA ini saya menjadi lebih tau tentang konfigurasi Telnet dan SSH, VLAN, VTP, VLSM, dan lain-lain.
J. REFERENSI
Buku Workbook CCNA.



