A. PENDAHULUAN
Pengertian
Secara sederhana bekerja dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan manusia untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi tujuan tertentu. Tujuan tersebut dapat berupa pemenuhan kebutuhan makan, tempat tinggal, atau kebutuhan hidup lainnya.
Setiap orang pasti membutuhkan yang namanya pekerjaan. Karena dengan pekerjaan itu orang bisa mengisi kesibukannya untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi tujuan tertentu. Nah, pekerjaan itu ada 2 macam, yang pertama Kerja Keras, yang kedua Kerja Cerdas. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan Kerja Keras dan Kerja Cerdas itu? Dan apa sih perbedaan dari keduanya? Yuk kita bahas bersama-sama.
Latar belakang masalah
Dikarenakan belum mengerti kerja di bidang IT terutama di Networking itu seperti apa, jadi pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar kerja di bidang IT.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan seseorang bekerja itu bermacam macam, tergantung orangnya itu sendiri. Misal seorang anak bekerja itu pasti dengan tujuan meringankan beban orang tua ataupun membahagiakan kedua orang tuanya. Dan tujuan seorang ayah bekerja pun pasti untuk menafkahi anak dan istrinya agar bisa memenuhi kebutuhan hidup dalam berumah tangga.
Tapi pada intinya tujuan seseorang bekerja itu untuk mendapatkan penghasilan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan makan, tempat tinggal, maupun kebutuhan lainnya.
C. BATASAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN
- Apa itu Kerja.
- Latar belakang seseorang Bekerja.
- Maksud dan Tujuan Bekerja.
- Kerja Keras.
- Kerja Cerdas.
D. TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN
Dapat mengetahui seputar kerja di bidang IT dan dapat mengimplementasikan nanti di perusahaan sesuai dengan SOP yang berlaku di sebuah perusahaan tersebut.
E. TAHAPAN PELAKSANAAN
- Briefing.
- Berdiskusi.
PEMBAHASAN:
Apa sih yang dimaksud dengan Kerja itu?
Secara sederhana bekerja dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan manusia untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi tujuan tertentu. Tujuan tersebut dapat berupa pemenuhan kebutuhan makan, tempat tinggal, atau kebutuhan hidup lainnya.
Setiap orang pasti membutuhkan yang namanya pekerjaan. Karena dengan pekerjaan itu orang bisa mengisi kesibukannya untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi tujuan tertentu.
Apa sih latar belakang seseorang itu Bekerja?
Yang melatar belakangi seseorang bekerja itu pasti yang pertama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi tujuan bekerja juga tidak selalu tentang mencari penghasilan, latar belakang seseorang bekerja juga ada yang bertujuan agar dapat menyelesaikan sesuatu supaya dapat kepuasan, hasil, dan keinginan yang mereka harapkan. Misalnya mencuci piring, mencuci piring juga bisa dikatan sebagai bekerja. Dan yang melatarbelakangi seseorang mencuci piring pasti karena terdapat piring-piring yang kotor yang belum dibersihkan. Dan tujuan seseorang mencuci piring pasti agar piring terlihat bersih dan bebas dari kotoran.
Maksud dan Tujuan Bekerja.
Maksud dan tujuan seseorang bekerja itu bermacam macam, tergantung orangnya itu sendiri. Misal seorang anak bekerja itu pasti dengan tujuan meringankan beban orang tua ataupun membahagiakan kedua orang tuanya. Dan tujuan seorang ayah bekerja pun pasti untuk menafkahi anak dan istrinya agar bisa memenuhi kebutuhan hidup dalam berumah tangga.
Tapi pada intinya tujuan seseorang bekerja itu untuk mendapatkan penghasilan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan makan, tempat tinggal, maupun kebutuhan lainnya.
Perbedaan Kerja Keras dan Kerja Cerdas
Dewasa ini, perdebatan antara kerja keras vs kerja cerdas sering menjadi bahan perbincangan di antara pekerja profesional. Hal tersebut berlaku karena keduanya sering kali berbenturan di dunia kerja yang penuh dengan tuntutan. Terkadang, kamu harus bekerja dengan keras guna mendorong produktivitas dan menuai hasil sebelum waktu yang sudah ditentukan.
Di sisi lain, bekerja secara cerdas juga dibutuhkan demi meraih work-life balance yang banyak diidamkan oleh pekerja. Ya, tentunya masing-masing strategi memiliki keuntungan dan kekurangannya sendiri. Akan tetapi, seperti apa penjelasannya? Mana model kerja yang sejatinya perlu dijadikan prioritas oleh para pekerja?
Tenang saja. Agar kamu tidak bingung, kali ini kita akan paparkan secara lengkap perbedaan utama dari kerja keras vs kerja cerdas. Yuk, simak selanjutnya di bawah ini!
Definisi Kerja Keras
Sebelum membahas perbedaan antara kerja keras vs kerja cerdas, kita harus mengulas terlebih dahulu makna kedua model kerja tersebut. Pertama-tama, menurut Fairygod Boss, kerja keras adalah cara bekerja dengan waktu yang lama dan energi yang banyak. Hal tersebut diperlukan agar pekerja bisa mencurahkan usaha yang maksimal demi meraih kualitas kerja terbaik.
Dengan model kerja ini, kamu harus selalu fokus selama bekerja. Cara itulah yang bisa mendorong pekerja untuk mengeluarkan energi maksimal untuk kerja. Selain itu, kamu juga harus memiliki motivasi yang tinggi agar kerja keras bisa memberikan hasil yang positif. Tanpa motivasi yang dan energi yang cukup, model kerja ini tidak akan membuahkan hasil yang baik.
Definisi Kerja Cerdas
Di sisi lain, kerja cerdas adalah cara bekerja di mana kamu memanfaatkan teknologi dan waktu sebaik mungkin. Tujuan dari model kerja cerdas adalah agar pekerja bisa meraih hasil yang lebih besar dengan tingkat usaha yang lebih kecil.
Kerja cerdas juga dapat memberikan pekerja kebebasan untuk menentukan cara kerja yang paling efektif, dalam arti sifatnya fleksibel. Maka dari itu, ia dapat dilakukan pekerja meskipun mereka harus mengerjakan tugas dari rumah.
Perbedaan Kerja Keras dan Kerja Cerdas
1. Jadwal bekerja yang berbeda
Salah satu hal yang membedakan kerja keras vs kerja cerdas adalah jadwal atau waktu yang diperlukan untuk bekerja. Melansir laman Made Easy, pekerja keras umumnya lebih gigih dalam mengerjakan tugas. Hal ini disebabkan oleh kurang tertatanya jam kerja.
Secara tidak langsung, hal tersebut membuat mereka lupa waktu sehingga bisa bekerja hingga larut malam. Berbeda dengan mereka yang gemar bekerja cerdas. Orang-orang ini biasanya sudah memiliki jadwal atau waktu tertentu terkait jam kerja.
Hasilnya, pekerjaan tetap teratur walaupun santai dan mereka bisa memiliki waktu rehat meskipun deadline sebelumnya menumpuk.
2. Pemahaman mengenai kelebihan dan kekurangan diri sendiri
Perbedaan selanjutnya antara kerja keras vs kerja cerdas adalah pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Biasanya, mereka yang pekerja keras kurang memerhatikan kualitas diri sendiri. Sehingga, pekerjaan terkadang bisa terasa membebankan.
Untungnya, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan kegigihan dan motivasi kerja mereka yang amat tinggi. Di sisi lain, pekerja cerdas mengenal betul semua kelebihan dan kekurangan yang ia miliki. Bahkan, mereka tak akan ragu untuk mempelajari skill-skill baru yang dapat mempermudah pekerjaan mereka.
3. Fokus akhir pekerjaan yang berbeda
Pada dasarnya, semua orang bekerja demi meraih target yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Namun, masing-masing karyawan pasti memiliki fokus akhir pekerjaan yang mereka idamkan dan hargai. Nah, perbedaan kerja keras vs kerja cerdas merupakan hasil akhir yang akan diraih setelah usai bekerja.
Menurut laman Getmyuni, pekerja keras umumnya lebih mementingkan kuantitas sebagai hasil kerja mereka. Maka dari itu, mereka tidak ragu untuk meluangkan waktu lebih demi meraih angka yang diinginkan.
Sementara itu, pekerja cerdas lebih menghargai kualitas daripada kuantitas. Dalam arti, mereka lebih peduli dengan nilai kerja mereka dibandingkan jumlah yang dihasilkan. Hal ini menyebabkan mereka untuk bekerja lebih efisien dan teratur. Bila dibutuhkan waktu istirahat, mereka takkan ragu untuk mengambilnya agar bisa bekerja lebih maksimal.
4. Pemahaman mengenai prioritas kerja
Melansir laman Spica, pekerja cerdas biasanya menghabiskan lebih banyak waktu untuk menganalisis, berpikir, dan berinovasi. Namun, mereka juga rentan membuat keputusan yang buruk dan bekerja keras untuk hal-hal yang salah. Meskipun demikian, pekerja cerdas lebih mudah menyadari saat mereka sedang bekerja untuk hal yang sia-sia.
Mereka lihai dalam hal memotong kerugian dan melanjutkan sesuatu yang seharusnya diprioritaskan. Di sisi lain, pekerja sulit menerima kegagalan. Mereka berpikir bahwa bekerja lebih keras dapat memecahkan masalah yang berat.
Meskipun hal tersebut menunjukkan ambisi dan kegigihan yang baik, bekerja keras untuk suatu hal yang bukan prioritas sejatinya hanya akan menguras tenaga. Bahkan, dikarenakan hal tersebut, pekerja keraslah yang memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadi seorang workaholic.
5. Cara adaptasi saat menghadapi hambatan
Perbedaan terakhir antara kerja kerjas vs kerja cerdas merupakan cara beradaptasi saat menemukan hambatan yang besar maupun kecil. Pekerja keras umumnya membenci perubahan karena mereka hanya ingin bekerja. Hasilnya, ketika bertemu hambatan, mereka cenderung tersesat dan marah, terutama ketika sebagian besar pekerjaan mereka sia-sia.
Di sisi lain, pekerja cerdas gemar mengumpulkan umpan balik dari lingkungan dan mengubah strategi mereka setiap harinya. Mereka mudah beradaptasi dan tidak memiliki keterikatan emosional dengan kerja keras mereka di masa lalu. Hal inilah yang terkadang membuat seorang pekerja cerdas terlihat luwes dan unik di mata atasannya.
F. ALAT DAN BAHAN
Laptop, Mouse, Chager, Internet.
G. TARGET WAKTU
08.00-16.00 WIB.
H. TEMUAN PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA
Temuan Masalah
Masih bingung sebenarnya buat apa sih kita harus bekerja? dan kerja di bidang IT terutama di Networking itu ngapain aja sih?
Solusi
Kita harus mempunyai motivasi dan tujuan yang tepat agar kita tahu maksud dan tujuan kita bekerja itu buat apa.
I. KESIMPULAN YANG DIDAPAT
Intinya tujuan seseorang bekerja itu untuk mendapatkan penghasilan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, baik itu kebutuhan makan, tempat tinggal, maupun kebutuhan lainnya.
J. REFERENSI

