A. PENDAHULUAN
Pengertian
Islam Rahmatan Lil 'Alamin itu terdiri dari dua kata, yakni Rahmat yang berarti kasih sayang, dan Lil 'Alamin yang artinya seluruh alam. Dapat diartikan Islam adalah agama yang universal dan global, maksunya itu agama dan syari’at untuk seluruh manusia. Islam adalah agama dan syari’at untuk seluruh alam, alam yang dimaksud itu meliputi manusia, hewan, tumbuhan, jin, dan semua makhluk ciptaan Allah SWT.
Islam rahmatan lil alamin adalah Islam yang mengajarkan kita untuk saling menghargai perbedaan (toleransi), menciptakan cinta kasih sayang dan kedamaian, mengisi kekurangan dan celah-celah di manapun dan islam tidak pernah mengajarkan kebencian dan kejahatan melainkan sebaliknya islam itu mengajarkan kebaikan, kedamaian dan persaudaraan.
Latar belakang masalah
Di karenakan masih belum memahami dengan jelas apa itu Islam Rahmatan Lil Alamin sebagai model pendidikan islam memasuki asean community.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Agar dapat mengerti dan memahami apa itu Islam Rahmatan Lil Alamin Sebagai Model Pendidikan Islam Memasuki Asean Community. Dan tujuanya adalah Bisa menerapkan islam rahmatan lil alamin di dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja.
C. BATASAN DAN RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Islam Rahmatan Lil 'Alamin Sebagai Model Pendidikan Islam Memasuki Asean Community.
D. TARGET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN
Dapat mengimplementasikan Islam Rahmatan Lil 'Alamin Sebagai Model Pendidikan Islam Memasuki Asean Community dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja.
E. TAHAPAN PELAKSANAAN
- Briefing.
- Berdiskusi.
PEMBAHASAN:
- Pertama, bahwa model pendidikan Islam yang berbasis Rahmatan lil alamin merupakan salah satu model pendidikan yang paling tepar dalam memasuki masyarakat Asean (Asean Community), karena dengan model pendidikan yang demikian, selain pendidikan Islam dapat menjawab berbagai tantangan yang ditimbulkan oleh masyarakat Asean dan merubahnya menjadi peluang, juga tidak akan kRehilangan identitasnya sebagai pendidikan yang berdasarkan akidah, ibadah dan akhlakul karimah.
- Kedua, pendidikan Islam baik yang dilaksanakan di pondok pesantren, madrasah dan perguruan tinggi Islam termasuk yang paling responsif dan berhasil dalam menghadapi berbagai perkembangan masyarakat dari sejak zaman masuknya Islam ke Indonesia, zaman kerajaankerajaan Islam, zaman penjajahan Belanda, Jepang, zaman Orde lama, Orde Baru, hingga era globalisasi dan era masyarakat ekonomi Asean. Hal ini antara lain ditandai oleh adanya kemauan yang kuat untuk melakukan reformasi, reformulasi, reaktualisasi, reinterpretasi, dan inovasi yang terjadi pada berbagai lembaga pendidikan, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi Islam.
- Ketiga, bahwa sepuluh macam gagasan yang ditawarkan dalam tulisan ini, yaitu pendidikan Islam damai, pendidikan kewirausahaan, pengembangan ilmu sosial profetik atau Islamisasi ilmu, pengembangan sikap toleransi beragama, pengembangan Islam moderat, pelaksanaan penguatan pada keseimbangan pendidikan akal:penguasaan sains dan teknologi (head), hati nurani:mental spiritual, moral dan religiousitas (heart), dan penguatan pada hadr skill berupa keterampilan vokasional (hand), pencetakan ulama yang intelek dan intelek yang ulama, mengatasi problema klasik pendidikan Islam, peningkatan mutu pendidikan dan penguatan bahasa asing, sebenarnya bukanlah ide atau gagasan yang baru, karena dalam realitanya sudah banyak lembaga pendidikan Islam mulai dari tingkat taman kanak kanak hingga perguruan tinggi Islam yang melaksaakan gagasan tersebut, bahkan banyak gagasan briliant lainnya yang belum terekam dalam tulisan ini. Namun, kalau sepuluh gagasan tersebut dilaksanakan secara konsisten dan merata, maka pendidikan Islam akan siap menghadapi masyarakat Asean.
- Keempat, pendidikan Islam berbasis rahmatan lil alamin sesungguhnya sama dengan pendidikan berwawasan semesta yang antara lain dapat dilaksanakan engan membangun kecerdasan, memperluas wawasan dan etose kerja, serta pendidikan agama yang kontekstual 44 Pendidikan model ini sebenarnya sudah lama dipratekan di dunia Islam, khususnya pada zaman klasik Islam (abad ke 7 sd 13 M.). Namun keadaan ini mengalami kemandekan karena pergolakan politik, ideologi, sektarian, dan faktor sosial budaya dari luas Islam.
- Kelima, bahwa gagasan mengembangkan konsep pendidikan Islam yang berbasis rahmatan lil alamin dalam menghadapi Asean Community ini yang garis besarnya dituangkan dalam tulisan ini perlu dielaborasi, disempurnakan dan dimatangkan lagi, termasuk dalam penerapannya. Hal ini penting dilakukan, agar umat Islam tidak menjadi objek yang tidak berdaya dalam menghadapi persaingan dan serbuan berbagai produk barang dan jasa yang masuk dari berbagai sesama negara di kawasan Asean, melainkan menjadi subjek yang memandu dan mewarnai perkembangan masyarakat Asean tersebut. Hal ini dapat dilakukan apabila pendidikan Islam dapat memanfaatkan berbagai kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia, dan sekaligus dapat mengatasi berbagai kelemahan yang masih dimiliki. Untuk itu, pada setiap lembaga pendidikan Islam harus memiliki unit penelitian dan pengembangan (research and development unit) yang dikelola oleh orang-orang yang memiliki visi, misi, komitmen, tanggung jawab yang besar, kemampuan konseptual dan teknikal, imajinatif, inspiratif dan bekerja dalam sebuah team work yang handal. Usaha ini perlu didukung oleh semua pihak, terutama \ kementerian yang terkait dan bertanggung jawab dalam urusan pendidikan Islam, kalangan pengusaha, para pakar pendidikan Islam, para cendekiawan, ulama dan masyarakat pada umumnya.
F. ALAT DAN BAHAN
Laptop, Mouse, Charger, Internet, E-book Islam Rahmatan Lil 'Alamin Sebagai Model Pendidikan Islam Memasuki Asean Community.pdf
G. TARGET WAKTU
Jam kerja (08.00-16.00 WIB).
H. TEMUAN PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA
Temuan Masalah: Dalam berdiskusi masih kemana-mana untuk pembahasannya.
Solusi: Diperjelas lagi untuk ruang lingkup apa yang di diskusikan agar tidak kemana-mana untuk pembahasannya.
I. KESIMPULAN YANG DIDAPAT
Dari kelima hal tersebut di atas, seseorang dapat bekata, bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah memberi rahmat bagi seluruh alam. Namun rahmat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW diperoleh bukan dengan cara mengagumi atau memuliakannya saja seperti dengan membaca shalawat atau meminta syafa’at, tetapi yang terpenting adalah melakukan kerja keras, bekerja sesuai aturan, kreatif, inovatif, dinamis dan progressif. Dengan demikian, rahmat yang diperoleh dari Nabi Muhammaf SAW harus memberi dampak bagi timbul etos kerja, kreatifitas dan berusaha sungguh-sungguh.
J. REFERENSI
- Islam Rahmatan Lil 'Alamin Sebagai Model Pendidikan Islam Memasuki Asean Community.pdf

